Semarang, 9 Oktober 2026 – Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan International Guest Lecture bertajuk “Advancing STEM-Based Chemistry Education: From Research Trends to Classroom Innovation and Community Impact” pada Jumat (9/10/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), yaitu Siti Najihah Jamal, Ph.D. dan Wimbi Apriwanda Nursiwan, Ph.D., untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan penelitian dan inovasi pembelajaran kimia berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta penguatan kerja sama akademik internasional dalam menghadapi perkembangan pendidikan abad ke-21. Dekan juga menyoroti tantangan pendidik dalam menghadapi karakteristik generasi masa kini, termasuk Generasi Alpha. Menurutnya, perkuliahan dengan durasi 100 menit terkadang menjadi tantangan karena mahasiswa membutuhkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif. Oleh karena itu, pendidik dituntut untuk terus berinovasi dalam merancang pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa.

Lebih lanjut, Dekan menegaskan bahwa pendekatan  STEM tidak boleh berhenti pada tataran teori, tetapi harus mampu diterapkan untuk memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Dekan berharap mahasiswa memperoleh wawasan dan inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran kimia yang inovatif, aplikatif, dan berdampak, sekaligus memperkuat hubungan akademik antara UIN Walisongo Semarang dan Universiti Teknologi Malaysia.

Narasumber pertama, Siti Najihah Jamal, Ph.D., Senior Lecturer sekaligus Undergraduate Programme Coordinator bidang Pendidikan Kimia di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), menyampaikan materi bertajuk “STEM-Based Chemistry Education in Practice: From Classroom Innovation to Community Impact.” Dalam pemaparannya, ia menyoroti berbagai tantangan pembelajaran kimia, khususnya karakteristik konsep kimia yang abstrak, kesulitan peserta didik menghubungkan representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik, serta keterbatasan kesempatan untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah TriChem, perangkat pembelajaran kimia berbasis permainan (game-based learning) yang dikembangkan untuk membantu peserta didik memahami konsep mol, rumus kimia, dan persamaan reaksi. Pengembangannya menggunakan model desain pembelajaran ADDIE dan model pembelajaran inkuiri 5E, dengan tiga permainan utama, yaitu Chemistry Family, Tic-Tac-Mol, dan Chem-Empire. Perangkat ini dilengkapi dengan modul, kartu permainan, papan permainan, serta kode QR yang menghubungkan peserta didik dengan penjelasan dan materi pendukung digital.

Melalui contoh tersebut, Siti Najihah menunjukkan bagaimana inovasi pembelajaran dapat dikembangkan secara sistematis, mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan produk, implementasi, evaluasi, hingga penyempurnaan dan peluang komersialisasi. Materi ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa Pendidikan Kimia untuk menghasilkan media pembelajaran yang inovatif, tervalidasi, dan berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi sekolah maupun masyarakat.

Narasumber kedua, Wimbi Apriwanda Nursiwan, Ph.D., Senior Lecturer bidang Pendidikan Kimia dan Pendidikan STEM di Universiti Teknologi Malaysia, menyampaikan materi “STEM-Based Chemistry Education Research: Trends and Future Directions.” Dalam materinya, Wimbi menjelaskan bahwa pendidikan kimia berbasis STEM bukan sekadar penggunaan teknologi atau pelaksanaan praktikum, melainkan pendekatan yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika untuk menyelesaikan permasalahan autentik. Oleh karena itu, penelitian STEM perlu mengkaji tidak hanya penguasaan konsep kimia, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas ilmiah, keterampilan pemecahan masalah, dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran kimia.

Melalui pembahasan tren publikasi ilmiah dan pemetaan kata kunci penelitian, ia memperlihatkan keterkaitan pendidikan kimia berbasis STEM dengan berbagai pendekatan, seperti project-based learning, pembelajaran digital, augmented reality, serta pengembangan keterampilan peserta didik. Pembahasan tersebut juga menunjukkan adanya peluang eksplorasi lebih lanjut pada sejumlah bidang, termasuk pembelajaran berbasis inkuiri, pendidikan kimia organik, dan integrasi pendekatan STEM. Wimbi turut memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian, mulai dari mengidentifikasi permasalahan pembelajaran, menelaah literatur, menemukan kesenjangan penelitian, merumuskan pertanyaan penelitian, hingga menentukan metode yang sesuai. Ia memperkenalkan berbagai pendekatan penelitian, meliputi kuantitatif, kualitatif, mixed methods, design-based research, serta kajian literatur sistematis dan bibliometrik.

Lebih lanjut, sejumlah arah penelitian masa depan yang menjadi perhatian mencakup integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam pendidikan kimia berbasis STEM, green chemistry dan keberlanjutan, kreativitas ilmiah, identitas STEM, pembelajaran interdisipliner, teknologi augmented reality dan virtual reality, serta penelitian STEM lintas budaya.

Materi tersebut memberikan wawasan penting bagi mahasiswa Pendidikan Kimia dalam merancang penelitian yang memiliki kebaruan, relevansi, dan kontribusi ilmiah. Melalui pemahaman terhadap perkembangan riset dan identifikasi research gap, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan penelitian tugas akhir yang tidak hanya inovatif, tetapi juga didasarkan pada permasalahan nyata dalam pembelajaran kimia.

Melalui International Guest Lecture ini, mahasiswa Pendidikan Kimia diharapkan memperoleh wawasan dan inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis STEM yang inovatif, kontekstual, dan didukung penelitian ilmiah. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang dalam meningkatkan kompetensi calon pendidik kimia serta memperkuat kerja sama akademik internasional dengan Universiti Teknologi Malaysia di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *