Semarang – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Peserta Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I dan PLP II Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (2/7/2026) di Aula 2 Kampus 3, Gedung Prof. Tgk. Ismail Ya’kub. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata di sekolah dan madrasah mitra sebagai bagian dari penguatan kompetensi calon pendidik profesional.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Pengenalan Lapangan Persekolahan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan calon guru karena menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, serta nilai-nilai kependidikan dalam lingkungan sekolah.

Informasi teknis pelaksanaan PLP I dan PLP II disampaikan oleh Ketua Panitia PLP I dan PLP II, Affa Ardhi Saputri, M.Pd. Pada kesempatan tersebut disampaikan mekanisme pelaksanaan kegiatan, jadwal, ketentuan akademik, hak dan kewajiban peserta, serta etika yang harus dijunjung tinggi selama berada di sekolah dan madrasah mitra. Mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga nama baik almamater melalui sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kemampuan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah.

Tahun Akademik 2026/2027, program PLP I dan PLP II diikuti oleh 298 mahasiswa, yang terdiri atas 107 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, 21 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, 112 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, dan 58 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. Seluruh peserta akan melaksanakan PLP di berbagai sekolah dan madrasah mitra yang telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang.

Sesi pembekalan menghadirkan Eko Adinuryadin, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 10 Semarang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 11 Semarang. Mengangkat tema “Menjadi Guru Profesional: Menginspirasi, Berinovasi, dan Berdampak”, narasumber mengajak mahasiswa memahami tantangan sekaligus peluang menjadi pendidik profesional di era abad ke-21.

Dalam pemaparannya, Eko Adinuryadin menekankan bahwa guru masa kini tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai inspirator, inovator, fasilitator, sekaligus teladan bagi peserta didik. Menurutnya, guru yang profesional adalah guru yang mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter maupun kompetensi peserta didik.

“Guru profesional bukan hanya menguasai materi pelajaran, tetapi mampu menginspirasi, terus berinovasi dalam pembelajaran, dan menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan peserta didik. Ketika seorang guru mampu menumbuhkan semangat belajar dan karakter yang baik, saat itulah ia sedang membangun generasi masa depan,” ujar Eko Adinuryadin.

Suasana pembekalan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pandangan mengenai berbagai tantangan yang akan dihadapi di lingkungan sekolah. Berbagai praktik baik (best practices) yang dibagikan narasumber memberikan wawasan mengenai kompetensi pedagogik, komunikasi, kepemimpinan, inovasi pembelajaran, serta kemampuan beradaptasi yang perlu dimiliki oleh calon guru.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelepasan peserta PLP I dan PLP II secara simbolis oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi sebagai tanda dimulainya pelaksanaan PLP di sekolah dan madrasah mitra. Prosesi tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah sekaligus memperkuat pengalaman profesional di dunia pendidikan.

Melalui kegiatan pembekalan dan pelepasan ini, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang menegaskan komitmennya dalam menyiapkan calon pendidik yang profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *