Semarang (06/10/2026) – Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang kembali mengundang pakar dalam sesi National Guest Lecture. Acara yang diselenggarakan di Ruang teater Lt. 4, Gedung KH. Shaleh Darat, Kampus III UIN Walisongo tersebut mengundang praktisi di bidang industrialisasi mikroalga, Falasifah, S.Si, dari PT. Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), dan Dr. Kusrinah, M.Si dari Prodi Biologi FST UIN Walisongo Semarang. Acara dipandu oleh moderator Asri Febriana, M.Si dan dihadiri ratusan mahasiswa Biologi.

Dalam laporannya, Kaprodi Biologi, Dr. Dian Ayuning Tyas, M.BioTech menyampaikan harapannya agar mahasiswa biologi dapat belajar banyak dari para praktisi. “Hari ini kita mengundang praktisi dari PT. ALBITEC, industri yang bergerak di bidang hilirisasi biologi, utamanya mikroalga jenis spirulina air tawar. Harapannya, mahasiswa bisa belajar bagaimana tren inovasi bioscience, baik peluang risetnya maupun hilirisasinya”, ungkapnya.
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FST, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag, menyampaikan pentingnya kegiatan yang mengundang praktisi agar dunia kampus juga terus berkolaborasi dengan dunia industri. “Acara-acara seperti ini harus terus didorong, karena memberi perspektif baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana hilirisasi di bidang bioscience”, ungkapnya. Prof. Fatah juga berharap kegiatan ini bisa dilanjutkan dengan kerjasama untuk magang. “Saya berharap mahasiswa bisa melaksanakan magang di tempat yang relevan. PT. ALBITECH ini bisa menjadi salah salah satu yang sangat relevan untuk mahasiswa biologi, karena mengembangkan bioscience, yaitu pembudidayaan spirulina air tawar”, tegasnya.
Pada paparannya selaku praktisi, Falasifa mengungkapkan bahwa potensi sumberdaya hayati Indonesia sangat kaya, termasuk di dalamnya adalah mikroalga yang memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan, perawatan kulit, superfood dan supernature berupa pakan akuakultur, biofertilizer, perwarna alami batik untuk industri kreatif, bioremidiasi, dan penyedia carbon capture. “Kami di ALBITECH melihat ini sebagai peluang besar untuk pengembangan dan industrialisasi mikroalga, karena manfaatnya yang sangat banyak untuk kehidupan, apalagi kita didukung oleh kondisi alam yang sangat baik, kita punya matahari sepanjang hari. Ini sangat penting untuk pembudidayaan mikroalga”, tegasnya.
Sementara Dr. Kusrinah, menyampaikan materi tentang Chlorella sp, salah satu jenis mikroalga yang sangat penting peranannya untuk perbaikan kualitas lingkungan. Kusrinah memaparkan tahap-tahap pengembanganny. “Secara praktis, penggunaan Chlorella diawali dengan memperoleh kultur yang sesuai, kemudian dilakukan isolasi dan purifikasi untuk mendapatkan kultur yang lebih murni sebelum digunakan untuk tahap penelitian berikutnya. Setelah memperoleh kultur yang sesuai, Chlorella dapat dikembangkan melalui proses kultur dengan kondisi lingkungan yang dikontrol. Pemahaman terhadap morfologi, karakteristik pertumbuhan, serta kemampuan Chlorella menjadi penting untuk memastikan kultur yang diperoleh dapat digunakan secara konsisten”, ungkapnya. Dari sisi aplikasi, Chlorella memiliki potensi sebagai agen bioremediasi, terutama melalui mekanisme biosorpsi dan bioakumulasi berbagai logam berat seperti Pb, Zn, Cd, Cu, dan Cr. Dalam penerapannya, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan menumbuhkan Chlorella pada kondisi tertentu kemudian mengevaluasi kemampuannya dalam menyerap atau mengakumulasi kontaminan. Selain bioremediasi, Chlorella juga berpotensi dimanfaatkan sebagai protein sel tunggal, sehingga menunjukkan bahwa mikroalga ini tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai dalam bidang bioteknologi dan pengelolaan lingkungan.