Semarang Indonesia – Kamis,20 Februari 2025, Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang, mengumumkan telah resmi menjadi anggota ke-14 dalam Asosiasi Institusi Pendidikan Fisika Medis Indonesia (AIPFMI). Prestasi ini menjadikan Prodi Fisika UIN Walisongo sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tergabung dalam asosiasi bergengsi ini.
Keanggotaan ini tidak hanya meningkatkan reputasi akademik Prodi Fisika UIN Walisongo, tetapi juga membuka peluang besar bagi mahasiswa dan lulusan untuk berkarier sebagai fisikawan medis di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Profesi fisikawan medis diakui sebagai tenaga kesehatan yang berperan penting dalam memastikan kualitas dan keamanan layanan radiologi dan radioterapi di rumah sakit.
Data dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan minimal 1.500 fisikawan medis, dengan distribusi kebutuhan sekitar 1.100 di Jawa dan Bali, serta masing-masing 200 di wilayah Indonesia bagian barat dan timur. Namun, hingga September 2019, jumlah fisikawan medis yang tersedia baru mencapai 282 orang, terdiri dari 107 tenaga di bidang radioterapi, 160 di bidang radiodiagnostik, dan 15 di bidang kedokteran nuklir.
Dengan tingginya kebutuhan dan keterbatasan jumlah tenaga profesional di bidang ini, lulusan Prodi Fisika UIN Walisongo memiliki peluang besar untuk berkontribusi sebagai fisikawan medis di berbagai rumah sakit dan pusat kesehatan. Keanggotaan dalam AIPFMI memberikan akses ke jaringan profesional dan sumber daya yang dapat meningkatkan kompetensi lulusan dalam bidang fisika medis. Sebagai anggota ke-14 AIPFMI, Prodi Fisika UIN Walisongo kini sejajar dengan institusi terkemuka lainnya, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Keanggotaan ini memungkinkan kolaborasi dalam penelitian, pengembangan kurikulum, dan peningkatan kualitas pendidikan fisika medis, yang pada akhirnya mempersiapkan mahasiswa untuk berkarier sebagai fisikawan medis yang kompeten dan profesional. Dengan pencapaian ini, Prodi Fisika UIN Walisongo semakin siap mencetak lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga fisikawan medis di Indonesia, khususnya di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. (Humas FST)
