Breaking News
Home / Biologi / Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo mengadakan Pelatihan Ekonomi Kreatif Olah Tempe

Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo mengadakan Pelatihan Ekonomi Kreatif Olah Tempe

SEMARANG– Pelatihan ekonomi kreatif pengolahan tempe yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN MIT VII Posko 17 bekerja sama dengan tim PKK Kelurahan Salamanmloyo Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang. Narasumber dalam pelatihan tersebut adalah Dr. Lianah, M.Pd (Dosen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang).

Tujuan membuat tepung tempe adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi tempe yang tidak dapat bertahan lama. Tempe merupakan produk fermentasi yang akan mengalami pembusukan setelah 2-3 hari sehingga tidak layak dikonsumsi oleh manusia, dengan kata lain tempe mempunyai daya simpan yang singkat.

Tempe dapat dibuat tepung yang digunakan untuk pengolahan pangan. Keuntungan tepung tempe antara lain adalah mudah dicampur dengan tepung lain untuk menambah nilai gizinya, mudah disimpan, dan mudah diolah untuk dihidangkan.

Pemanfaatan tempe secara optimal dilakukan agar tempe digemari oleh masyarakat dengan cara diversifikasi (penganekaragaman produk). Produk tempe yang memilliki variasi warna, aroma, dan rasa. Diversifikasi produk tempe dalam bentuk tepung menjadikan tempe lebih fleksibel dalam penggunaannya dan lebih lama dalam masa simpannya.

Jamur tempe disebut Rhizopus sp. (Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus saito). Jenis jamur tempe yang dominan berfilamen. Jamur yang digunakan dalam pembuatan tempe melalui fermentasi dengan bahan dasar kedelai.

Pelatihan dilaksanakan pada hari Minggu (3/2) bertempat di Balai Kelurahan Salamanmloyo. Hadir dalam kesempatan tersebut ibu Ketua PKK IBU Dian Cakrawati beserta dengan anggotanya dan delegasi perwakilan dari RT-RW sebanyak 22 orang, serta hadir pula Ibu Lurah Retno Setyaningsih, SH.

Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari tim KKN MIT VII Posko 17 kepada narasumber, dilanjutkan dengan berfoto bersama.

Analisa usaha tepung tempe: tempe seberat 500 gram seharga Rp 5.000, setelah menjadi tepung tempe menjadi 3: 1. Dengan demikian tepung tempe seharga Rp 10.000. Selanjutnya masih harus ada uji laboratorium untuk mengetahui kandungan mineral, vitamin, dan lain-lain.

About Admin Fakultas Sains dan Teknologi

Check Also

Mahasiswa Biologi UIN Walisongo Praktek Aquaculture di Teluk Awur

Sebanyak 33 mahasiswa Jurusan Biologi dan Pendidikan Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Walisongo melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *