Home / Berita Kampus / MAHASISWA BIOENTERPRENEURSHIP PRAKTIK BUDIDAYA DI JEJAMURAN DAN DI AGROWISATA SALAK PONDOK SLEMAN JOGJAKARTA

MAHASISWA BIOENTERPRENEURSHIP PRAKTIK BUDIDAYA DI JEJAMURAN DAN DI AGROWISATA SALAK PONDOK SLEMAN JOGJAKARTA

Kamis, 10 mei 2018 sebanyak 30 mahasiswa yang sedang menempuh makul bioenterpreneurship jurusan pendidikan biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, melakukan kegiatan praktik lapangan di Agrowisata Salak Pondok Sleman Jogjakarta dan Jejamuran. Kegiatan tersebut didampingi oleh dosen mata kuliah Bioenterpreneurshop yakni Dr. Lianah, M.Pd dan Siti Aisijah, M.Psi.

Kunjungan pertama yakni di Jejamuran Cv. Volva Indonesia, mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok dan mengamati jamur yang terdapat disana. Jamur yang diamati adalah jamur kancing (agaricus bruneacens), jamur merang (volvariella volvacea), jamur tiram (pleurotus ostreatus) yang memiliki macam macam warna diantaranya abu-abu, kuning, biru, pink, dan coklat, kemudian jamur lingzi, jamur mangkibas dan berbagai jamur yang berasal dari jepang.

Kunjungan kedua yakni di Agrowisata salak pondok Sleman Yogjakarta, disini mahasiswa mengamati berbagai macam salak, terdapat kurang lebih 15 macam salak yang terdapat disana, yakni salak klinting, salak super, salah madu, salak tanpa duri, salak gading, salak gula pasir, salak bali, salak pondoh kuning dan pondoh totok lebar, salak manggala hijau, salak malam, salak ayu, salak gamis serta salah kembang arum. Dari berbagai macam salak, salak madu adalah salak paling mahal. Tetapi salak super paling dikagumi dan paling laris.

Terdapat 2 spesies salak yakni jantan dan betina. Dimana kedua dapat dibedakan yakni pohon salak jantan tidak menghasilkan salak, hanya menghasilkan bunga jantan, kemudian pada pohon salak betina menghasilkan buah salah. Cara pembiakannya terdapat 3 cara yakni dengan dibantunya sperma jantan yang telah matang  terkena udara, dibantu serangga dan dibantu manusia. Yang paling efektif adalah bantuan manusia karena lebih cepat.

Dilihat dari ekologi, tinggi pohon mencapai 200-600cm, suhu 20-30°c, ph 6-7 dan intensitas cahaya 600.

Terdapat hambatan pada pembudidayaan tumbuhan salak ini, yakni adanya hama puret. Untuk mengatasinya yakni dengan tumbuhan amalgama, karena akarnya beracun, sehingga dapat membunuh hama puret yang terdapat didalam tanah.

About Admin Fakultas Sains dan Teknologi

Check Also

Bikin Bangga, Mahasiswa Pendidikan Kimia Juara II MTQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Semarang (28/03)– Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang Jam’iyyatul Qurra’ …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *