Breaking News
Home / Berita Kampus / UIN Walisongo Gelar Ekspo Green Campus di Hari Keanekaragaman Hayati
UIN Walisongo Gelar Ekspo Green Campus di Hari Keanekaragaman Hayati

UIN Walisongo Gelar Ekspo Green Campus di Hari Keanekaragaman Hayati

Dalam rangka memperingati Hari Biodiversity yang jatuh pada tanggal 22 Mei, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi dan Pendidikan Biologi, bekerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan expo green campus.

Kegiatan yang diadakan Sabtu-Minggu (20-21/5), diawali dengan bersih-bersih kampus. Kemudian dilanjutkan penanaman 400 bibit pohon dari Dinas PSDA Provinsi Jateng di lingkungan kampus. Para mahasiswa juga berkreasi dengan memberi label papan pada tanaman yang dibudidayakan di lingkungan Kampus 2 Ngaliyan.

Turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, 60 mahasiswa Jurusan Biologi dan Pendidikan Biologi yang didampingi Dr Lianah MPd selaku Wakil Dekan 1, Kajur Pendidikan Biologi Siti Mukhlishoh MSi, Sekretaris Jurusan Biologi Chodirin MKom, Dosen Teknik Lingkungan Anif Rizqianti MSi dan Dosen Sistematika Tumbuhan Sarah Febriani MSi.

Dr Lianah mengatakan, tujuan kegiatan ini utamanya untuk memperingati Hari Biodiversity (keanekaragaman hayati). Selain itu rangkaian kegiatan tersebut diadakan untuk menyongsong bulan suci Ramadan 1438 H yang diawali terlebih dahulu dengan membersihkan lingkungan kampus sebagai tempat menimba ilmu supaya indah dan nyaman. Dalam kegiatan ini juga disebar 12 unit tong sampah bantuan BLH Jawa Tengah di setiap sudut kampus.

uin-bersih-2

Expo Kreasi Mahasiswa

Acara selanjutnya yaitu Ramadan Expo yang akan digelar 2 Juni mendatang bertempat di Kampus 2. Pada event tersebut akan digelar produk akhir bio-entrepreneurship karya mahasiswa yang diciptakan untuk menjembatani ilmu dasar biologi dengan selera pasar.

Salah satu produk rintisan mahasiswa yang akan disajikan yakni olahan jamur. “Berawal dari mata kuliah yang menjembatani mahasiswa dapat melakukan budi daya jamur sendiri. Dan hasilnya diolah menjadi berbagai macam produk,” kata Dr Lianah.

Untuk meningkatkan nilai produk, jamur tidak dijual mentah. Melainkan diolah hingga menjadi produk siap jual dengan cita rasa, tampilan dan kemasan yang menarik, serta dilengkapi label yang menjamin keamanan produk. “Sepenuhnya adalah kreasi para mahasiswa masing-masing. Terdapat menu olos jamur, james, siomay jamur, botok, pepes, dsb,” ungkapnya.

Usaha di bidang kuliner memang tidak pernah sepi karena setiap orang membutuhkan asupan makanan setiap harinya. “Tentu ini menjadi peluang besar bagi kita yang memang berminat untuk membuka usaha kecil di bidang ini. Kita bisa memulai dari usaha restoran, rumah makan, kafe, warung, atau bahkan pedagang kaki lima,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini adalah program interdisipliner unik yang menggabungkan pengetahuan dasar dan keterampilan riset dalam ilmu kehidupan dengan kepemimpinan dan manajemen bisnis keterampilan kewirausahaan praktis.

“Tujuan dari program ini adalah untuk melatih generasi berikutnya dari bio-pengusaha yang dapat mengintegrasikan keterampilan kepemimpinan ilmiah dan kewirausahaan untuk memimpin proses komersialisasi inovasi ilmu kehidupan,” pungkasnya.(Linda Putri)

Berita ini dimuat di Suara Merdeka, 20 Mei 2017.

About Admin Fakultas Sains dan Teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*